YOUR CORPORATE PARTNER TO BUILD, SUSTAIN & THRIVE

GoSustain – Kabar baik bagi pelaku industri dan rumah tangga yang ingin beralih ke energi bersih! Mulai 1 Juli 2025, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membuka kembali kuota pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, juga dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Fotovoltaik (PVP) Atap.

Langkah ini diambil menyusul tingginya permintaan dari sektor industri, serta komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi dan pengurangan emisi karbon di Indonesia.

Masih Tersisa 200 MW Kuota PLTS Atap

Dalam pernyataannya di Human Capital Summit 2025 (4/6/2025), Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, menyampaikan bahwa:

“Sisanya kan masih sekitar 200 megawatt. Untuk bisa memasang, ajukan dahulu kuotanya, nanti akan disetujui PLN. Setelah itu bisa dipasang sendiri atau menggunakan vendor pemasangan.”

Artinya, pengguna – baik industri maupun perorangan – perlu mengajukan kuota terlebih dahulu ke PLN, sebelum dapat melakukan instalasi panel surya.

ESDM Akan Tambah Kuota Karena Permintaan Tinggi

Melihat tren permintaan yang terus meningkat, khususnya dari sektor industri, pemerintah juga berencana menambah kuota pemasangan PLTS Atap tahun ini. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam transisi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap pembangkit berbasis bahan bakar fosil.

PLTS Atap Jadi Bagian Penting dalam RUPTL 2024–2034

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2024–2034, pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit baru sebesar 69,5 gigawatt (GW) hingga 2034. Energi Baru dan Terbarukan (EBT) mendominasi rencana tersebut dengan komposisi:

  • 42,6 GW (61%) dari pembangkit EBT,
  • 10,3 GW (15%) dari penyimpanan energi,
  • 16,6 GW (24%) dari pembangkit fosil.
Sumber Energi Kapasitas
Energi Surya 17,1 GW
PLTA / Energi Air 11,7 GW
Energi Angin 7,2 GW
Panas Bumi 5,2 GW
Bioenergi 0,9 GW
Nuklir 0,5 GW

Sementara itu, dari sisi energi fosil, target kapasitas terdiri dari 10,3 GW gas dan 6,3 GW batu bara, serta 6 GW baterai dan 4,3 GW pumped hydro storage.

Apa Artinya Ini untuk Masa Depan Energi Bersih di Indonesia?

Pembukaan kembali kuota PLTS atap dan penambahan kapasitas EBT dalam RUPTL menandakan bahwa Indonesia serius dalam mencapai target net-zero emission. Bagi masyarakat dan pelaku industri, ini adalah peluang besar untuk mengurangi tagihan listrik, meningkatkan efisiensi energi, dan mendukung transisi energi nasional.

Tertarik Memasang PLTS Atap?

Berikut langkah awal yang perlu kamu lakukan:

  1. Ajukan kuota ke PLN melalui jalur resmi,
  2. Tunggu persetujuan dari PLN,
  3. Lakukan pemasangan mandiri atau melalui vendor terverifikasi.

Pantau terus info terupdate seputar masa depan yang berkelanjutan bersama GoSustain 

2 Responses

  1. Hamba Allah says:

    Mantap.. Lanjutkan!

  2. Abdullah says:

    Mantap.. Lanjutkan!